HEADLINE NEWS
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Mei 2015

Warga Resah Panen Berkurang Karena hama


Hasil panen yang tidak maksimal
Donan - Purwosari. Seperti warga kebanyakan lainnya di wilayah Bojonegoro, keluhan yang sama juga di rasakan dan dilontarkan oleh penduduk desa Donan, karena saat ini hasil dari tanaman padi mereka menurun, itu semua di karenakan tanaman padi yang selama ini dirawat dan dipupuk harus diserang oleh hama Sundep, Beluk juga Potong leher, belum lagi hama-hama yang lain juga datang, itulah gambaran sekelumit keluhan warga yang rata-rata sebagai petani, 

Pihak Pemerintahan desa Donan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengetahui penyebab datangnya hama ini juga mencari cara yang efektif untuk menanggulagi bahkan mencegahnya sebelum hama datang, karena selama ini yang dilakukan warga adalah dengan menyemprotkan insektisida ke lahan padi mereka, namun itu semua belum mendapatkan hasil yang maksimal.
Lahan Padi

Bahkan kata pak Sakeh salah satu warga desa Donan saat di temui anggota KIM, " saya sudah menyemprot lahan padi saya berkali-kali mas, bahkan saya juga meng oplosnya dari beberapa merek insektisida, tapi hasilnya juga masih nihil.

Semoga pihak pemerintah segera mendapatkan jalan keluar dari permasalahan yang timbul saat ini. (KIM Punden Donan)

Jumat, 01 Mei 2015

Melirik Tanaman Cabai (Lombok)

Cabai (lombok) di antara tanaman terong
Donan – Purwosari. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, tidak puas hanya dengan sebutan Donan Central Terong, warga desa Donan yang notabene memang mayoritas bercocok tanam atau bertani mulai berinovasi melirik tanaman Cabai (lombok) yang saat ini hanya sebagai tanaman pendamping terong, kegagalan musim terong yang disebabkan karena anjloknya harga terong di pasaran, tidak mengurangi semangat untuk terus bekerja.

Walaupun hanya sebagai tanaman pendamping tanaman utama, namun tanaman Cabai (lombok) ini bisa membuat para petani lega, dalam satu kali panen para petani ada yang bisa memanen Cabai (lombok) antara 80 kg – 90 kg, disamping belum adanya penanganan khusus dan pelatihan dalam bidang cara menanam Cabai (lombok) yang benar, namun para petani berharap apa yang sudah ia hasilkan ini kedepannya bisa menjadi potensi bagi Desa Donan.

Warga sangat berharap adanya empati dan dukungan dalam hal ini penanganan khusus semacam program pelatihan dan bimbingan dalam bidang pertanian, untuk kedepannya desa Donan juga bisa menjadi central Cabai (lombok). (KIM Punden Donan)

Senin, 20 April 2015

Kabar Petani


Tanaman terong yang sudah di ganti dengan kacang tanah
Donan - Purwosari.     Hidup memang tak semudah apa yang di katakan Mario Teguh, ungkapan itu mewakili apa yang dirasakan oleh para petani yang ada di desa Donan - Purwosari, bagaimana tidak, harapan bisa meraih penghasilan yang lumayan akhirnya kandas juga, untuk musim panen sekarang ini penduduk desa Donan yang memang mayoritas menanam terong sebagian harus rela membiarkan tanaman terongnya tidak diurus. Itu semua dilakukan karena harga terong sangat tidak sebanding dengan biaya pengolahan lahan dan pemeliharaan. 

Di awal musim panen mungkin petani masih bisa merasakan hasil dari jerih payahnya selama ini, namun menginjak panen ketiga harga yang seharusnya mampu bertahan di kisaran Rp 50.000 - Rp 60.000 harus turun drastis, harapan untuk mendapatkan penghasilan dari menanam terong untuk saat-saat ini harus dikubur dulu mengingat harga terong yang turun sampai di bawah standar. 

Namun tidak semua petani terong membiarkan tanaman terongnya tidak dirawat, karena sebagian para penduduk yang menanam terong masih bertahan untuk merawat tanaman terongnya, dengan harapan harga terong bisa naik seperti yang diharapkan para petani, sebagian lagi sudah mengganti dengan tanaman lain dengan kacang tanah,  hal seperti ini sangat menjadi beban pikiran bagi para petani karena tidak menutup kemungkinan untuk tahun depan harga terong akan sama seperti periode sekarang ini, untuk musim panen ini saja harga terong turun antara Rp. 7.000 - Rp. 10.000. untuk mensikapi kondisi seperti ini para petani berharap agar pemerintah bisa memberi solusi dan mencari pemecahan masalah yang di hadapi para petani terong di desa Donan. 

Bapak H. Darmaji (kepala desa Donan) berharap agar para petani tidak berkecil hati dalam menghadapi masalah seperti ini, Beliau mengatakan agar para petani tidak pernah menyerah dengan keadaan ini, apalagi desa Donan sudah dikenal sebagai central penghasil terong, potensi seperti ini seharusnya mampu menjadi kebanggaan dan pendorong semangat bagi para petani untuk terus mengembangkan tanaman terong di tahun-tahun ke depan. (kimpundendonan)

Kamis, 16 April 2015

Kebun Terong

Hamparan Kebun terong
TERUNG DONAN 
KECAMATAN PURWOSARI
KABUPATEN BOJONEGORO
Pengetahuan

Terung (Solanum melongena) merupakan tanaman setahun berjenis perdu yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60-90 cm. Daun tanaman ini lebar dan berbentuk telinga. Bunganya berwarna ungu dan merupakan bunga yang sempurna, biasanya terpisah dan terbentuk dalam tandan bunga.


Manfaat
Buah terung sudah sangat dikenal masyarakat dan banyak digunakan sebagai lalap (sayuran segar) atau disayur. Hal ini disebabkan oleh rasa buah terung yang enak dan banyak mengandung vitamin.


Syarat Tumbuh
Terung sangat mudah dibiakkan karena ia dapat hidup di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1.200 m dpl. Namun demikian, tanah itu harus memiliki cukup banyak kandungan bahan organik dan berdrainase baik. Selain itu, pH tanah harus berkisar antara 5-6 agar pertumbuhannya optimal.

Pedoman Budidaya

Benih dan Persemaian. Benih terung sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam pada lahan yang tetap. Pembuatan bedengan dan cara penyemaian terung tidaklah berbeda seperti perlakuan pada tomat. Hanya saja kebutuhan benih terung berbeda dengan benih tomat. Untuk lahan seluas 1 ha, diperlukan 500 g benih terung dengan daya kecambah 75070. Bibit terung berada di persemaian hingga berumur kurang lebih 1,5 bulan atau kira-kira telah berdaun empat helai. Setelah itu bibit terung sudah siap untuk dipindahkan di lahan penanaman.


Penanaman 
Lahan penanaman disiapkan dan diolah terlebih dahulu, kemudian di bentuk bedengan. Bedengan dibuat selebar antara 1,2 – 1,4 cm dan panjang sesuai lahan. Kemudian bedengan dibuatkan lubang tanam masing-masing berjarak sekitar 60 cm. Jarak antarbarisan lubang tanam 70-80 cm. Setiap bedengan memuat dua barisan tanaman. Di antara bedengan, haruslah dibuat parit yang berfungsi sebagai jalan dan pembuangan air saat musim hujan. Hal ini penting dilakukan karena terung tidak tahan genangan air. Selanjutnya setiap lubang tanam diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5-1 kg agar tanah cukup mengandung bahan organik. Setelah lahan disiapkan, sebaiknya bibit yang telah siap tanam dimasukkan secara tegak lurus ke dalam lubang tanam. Kemudian di sekitar lubang tanam disirami air agar tanah cukup lembap, tetapi tidak sampai tergenang.

Pemeliharaan

Setelah tanam, penyiraman dilakukan kembali setiap 3 hari sekali hingga saat berbunga. Ketika masa berbunga, penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Namun, apabila penanaman dilakukan pada daerah kering, maka penyiraman dapat dilakukan lebih sering agar tanaman tidak layu kekeringan. Pemupukan pada terung dilakukan tiga kali, yaitu sebagai pupuk dasar, susulan I, dan susulan II. Pupuk dasar diberikan saat tanah mulai diolah, pupuk susulan I diberikan 7 -14 hari sesudah tanam, dan pupuk susulan II diberikan saat tanaman mulai berbunga. Dosis pemupukan bervariasi untuk setiap jenis terung dan jenis tanahnya, lihat pada Tabel berikut.


Waktu dan dosis Pemupukan Terong 
No Jenis pupuk Total Pupuk Dasar Pupuk susulan I II 1. Pupuk kandang 15 ton 15 ton 2. Urea 300 kg 100 kg 100 kg 100 kg 3. TSP 200 kg 200 kg 4. KCI 200 kg 200 kg Sumber : Rush Hukum, kk.,1990. Pemeliharaan selanjutnya seperti penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Namun, bila dirasa perlu, penyiangan dan pendangiran dapat dilakukan lebih sering. Tanaman terung memerlukan penyangga agar cabang lateralnya tidak raboh terkena angin atau hujan. Ajir dapat dibuat dari bambu atau kawat setinggi 60-90 cm.

Hama dan Penyakit

Hama Aphis (Kutu Daun). Serangan hama ini ditandai dengan mengerutnya daun karena mengering. Daunnya berwarna kuning. Pemberantasannya umumnya dilakukan dengan Basudin 40 WP dan Bayrusi125 EC. Tungau (Tetranychus) Serangan hama ini ditandai dengan pertumbuhan tanaman terung menjadi abnormal. Daun pucuk atau tunas yang terserang berubah menjadi keriput dan berwarna kuning. Hama ini menyerang daun dan cabang muda dengan cara mengisap cairan dalam jaringan tanaman. Pengendalian serangan dilakukan dengan menggunakan larutan Kalthene 0,2 %, Dimetoate (Rogor, Roxixon) 0,1 % atau larutan Sumithion 1:1.000 (18 cc dalam 15 liter air).

Penyakit Karat Daun. Serangan penyakit ini ditandai dengan adanya bercak-bercak kuning (blight) dan kanker pada daun maupun -tanaman. Penyebabnya adalah Phomopsis vexans (Sacc & Syd) Harter atau Diaphote vexans Gratz. Penyakit ini sulit diberantas. Untuk itu, sebaiknya pada awal penanaman digunakan Dithane M-45 berkonsentrasi 0,2-0,3 %.

Busuk Akar. Serangan penyakit ini ditandai dengan warna daun menjadi lebih hijau, lalu menjadi kuning, dan akhirnya mati. Penyebabnya adalah cendawan Yerticilium alboatrum yang menyerang akar dan pembuluh pada jaringan tanaman. Pencegahan serangan selanjutnya dengan menggunakan Dithane M-45 (0,2-0,3 %). Sebenarnya penyakit ini dapat dikendalikan dengan perlakuan tanah, antara lain fumigasi, drainase yang baik, dan rotasi tanaman.

Panen dan Pasca Panen

Umur terung yang dapat dipanen tergantung dari varietas yang ditanam. Namun, secara umum terung dapat dipanen sekitar 4 bulan atau 90 hari sejak semai. Selanjutnya selang seminggu sekali, buah terung dapat dipanen 6-7 kali. Dalam pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen. Sebaiknya terung yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya terung dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen saat terik matahari karena dapat mengganggu tanaman dan membuat kulit terung menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas.
Di Cuplik : Tips Petani

(Sumantri(sekdes)/KimPundenDonan)
 
Copyright © 2015 Kim Punden Donan
Design by FBTemplates | BTT