HEADLINE NEWS
Tampilkan postingan dengan label Potensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2015

PELATIHAN PEMBUATAN OLAHAN MAKANAN DARI BAHAN DASAR TERONG

Semangat membuat Dodol Terong
Donan - Purwosari. Menginjak hari ke dua dalam pelatihan pembuatan olahan bahan makanan dari terong, para peserta mendapat pelatihan membuat makanan atau camilan dari bahan dasar Terong menjadi dodol dan jenang. 
Kita bahas dulu masalah dodol dan jenang. Makanan ini rasanya sama tapi memiliki arti yang berbeda.
DODOL: Makanan atau olahan dari ketan yang lebih keras dan tahan lama, namun kerasnya tidak menggunakan obat atau pengawet, melainkan dari gula pasir atau gula tebu
JENANG: Makanan yang diolah dari ketan tapi mempunyai tekstur lebih lembek dan lengket atau empuk.

Disini kita menggunakan sayuran menjadi bahan olahan dodol atau jenang, yaitu dari bahan dasar "TERONG,  selain sebagai sayuran Terong juga bisa dibuat camilan, dan manfaat Terong untuk kesehatan sangat banyak, contohnya selain terong memiliki antioksidan tinggi yang terkandung di dalam Terong, Terong bisa menetralisir lemak jenuh dalam darah atau istilah kerennya KOLESTEROL. Tapi juga bagi pasangan suami istri yang kurang semangat bapak-bapaknya Terong juga dapat menjadi obat mujarab karena terong dapat meningkatkan gairah sex atau meningkatkan libido para bapak-bapak, jadi manfaat terong ini sangat banyak sekali. semoga dengan adanya terong yang melimpah di desa Donan dapat menaikkan taraf hidup masyarakat atau warga desa Donan.

Selain tanaman Terong tanah di Donan ini juga dapat ditanami sayuran lain seperti Tomat,Cabe, dll. Kita harus bisa memanfaatkan tanaman yang ada di desa Donan.
kimpundendonan

PELATIHAN PEMBUATAN OLAHAN MAKANAN DARI BAHAN DASAR TERONG

Donan - Purwosari. Setelah mendapat pelatihan selama 4 (empat) hari warga masyarakat desa Donan Kec. Purwosari sangat antusias untuk membuka peluang kerja baru sebagai tambahan pemasukan bagi warga masyarakat desa Donan, hal ini juga dibenarkan oleh Pak Hariono dari Dinas Kesehatan, bahwa manfaat buah Terong itu sangat bagus untuk kesehatan tubuh manusia, karena kandungan gizi yang ada di dalam buah Terong sangat banyak.

Menindak lanjuti hal tersebut diatas, Bpk. Kepala desa Donan berharap hal positif seperti ini untuk di kembangkan menjadi home industri yang nantinya bisa membantu warga desa Donan sebagai mata pencaharian untuk menambah penghasilan dan memperbaiki taraf hidup warga desa Donan.

Pada hari terakhir pelatihan pihak DISPERINDAG Kab. Bojonegoro memberi kesempatan kepada perserta pelatihan untuk menunjukkan hasil dari pelatihan yang telah diberikan yaitu lomba cipta menu olahan dari bahan dasar Terong menjadi makanan atau camilan, semua peserta juga menyambut baik dengan penuh semangat untuk membuat dan menunjukkan hasil kreatifitas masing - masing kelompok kepada panita pelatihan.

Acara penutupan pelatihan yang dilanjutkan dengan lomba cipta menu olahan dari bahan dasar terong ini di hadiri langsung oleh Kepala DIPERINDAG Kab. Bojonoro Bpk. Basuki dan beliau memberikan arahan untuk pembuatan kemasan produk dan label dagang sehingga bisa dipasarkan di super market dan swalayan dan meng hak paten kan olahan makanan tersebut sehingga tidak di tiru oleh orang lain.

kimpundendonan

Senin, 24 Agustus 2015

PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN BAKU TERONG

Donan - Purwosari, Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dan meningkatkan kwalitas juga kwantitas kemandirian masyarakat desa Donan, maka pemerintahan desa Donan membuat Program Pelatihan Pembuatan Bahan Baku Terong, bekerjasama dengan DISPERINDAG Kab. Bojonegoro yang dilaksanakan pada pada tanggal 24 - 27 Agustus 2015 yang di Kantor Desa Donan Kec. Purwosari Kab. Bojonegoro.

Kepala desa Donan H. Darmaji berharap para peserta lebih semangat untuk mengikuti Pelatihan pembuatan bahan baku terong menjadi olahan makanan yang nantinya megangkat desa Donan sebagai icon pengolahan  produksi terong menjadi olahan makanan khas unggulan desa Donan, tidak hanya itu saja tetapi mampu mengaplikasikan bahan baku Terong mejadi aneka makanan sehingga bisa di kenal sampai keluar daerah.


Ibu Titik P. Rini dari DISPERINDAG Kab. Bojonegoro juga mengharapkan agar warga desa Donan yang sudah mengikuti peltihan agar selalu menjaga dan memanfaatkan semua dukungan peralatan yang sudah di fasilitasi oleh DISPERINDAG agar lebih bisa berkreasi memanfaatkan bahan baku terong yang sangat melimpah di desa Donan.

Dengan banyaknya Terong yang ada didesa Donan saat panen, selain hanya dijual sabagai bahan makanan seperti sayur, sambel terong dll, warga pun berterimakasih karena dengan adanya pelatihan seperti ini maka bahan baku terong bisa dimanfaatkan sebagai makanan ringan seperti Dodol Terong, Manisan Terong, Keripik Terong, Cake Terong, dll.
kimpundendonan

Selasa, 28 April 2015

Tas Punggung (Ransel) Five Star dari Desa Donan


Tas Punggung (Ransel)
Donan - Purwosari.  Memproduksi dan menjual aneka tas berbahan  vinil, spundbound, plastik, dan mika menjadi rutinitas harian bagi seorang kepala rumah tangga, sebut saja Samijo warga desa Donan. Setelah memutuskan untuk pulang kampung karena sebelumnya tinggal di Surabaya dan bekerja di pabrik tas, bapak dua orang putri tersebut memutuskan untuk menekuni hobinya  memproduksi aneka tas di kampung halaman. Awal menjalankan usaha, Pak Samijo masih mengerjakan produksi dan mengambil pesanan dari pabrik tempat dimana dulu di Surabaya ia bekerja. Pak Samijo memutuskan untuk menjalankan usaha sendiri di rumahnya di desa Donan kecamatan Purwosari.
   Saat ditemui anggota KIM Punden Donan di rumahnya  Pak Samijo berujar “jika saat ini ia mampu memproduksi beberapa jenis dan model tas. Didukung empat buah mesin jahit yang memenuhi sudut rumahnya, Pak Samijo melayani beragam pesanan tas dengan di bantu oleh beberapa warga yang memang bisa menjahit, namun sebagai usaha yang baru dirintis walaupun dibantu tenaga warga setempat belum bisa memenuhi target” kata Pak Samijo.
Rumah produksi
   Selama ini Pak Samijo mmengandalkan teman dan mendatangi berbagai instansi untuk mempromosikan produknya. Dengan menggunakan merek awal Five Star sebagai nama usahanya, Pak Samijo mengaku selama ini kapasitas produksinya belum begitu besar. Hal itu dikarenakan produksi Five Star hanya memenuhi pesanan saja dan belum secara aktif memaksimalkan penjualan produksinya.
 Meskipun mengaku belum begitu memaksimalkan proses pemasarannya, kedepannya produk-produk Five Star diharapkan mampu ikut bersaing dalam usaha bisnis yang saat ini lagi marak. Hasil kreasi Five Star diproduksi sendiri menggunakan bahan baku yang dibeli dari Surabaya. Beragam bahan baku tersebut dikreasikan sedemikian rupa sehingga memiliki kualitas yang tidak kalah dengan hasil kreasi pabrikan.
  Makin maraknya persaingan usaha sejenis dewasa ini justru menjadi motivasi bagi Pak Samijo untuk lebih meningkatkan inovasi produk kreasinya. Menurutnya “hanya dengan berinovasi, maka produk-produk kreasinya tidak terkesan monoton dan memberikan banyak pilihan bagi para customer. Dan harga yang ditawarkan Five Star untuk aneka produknya cukup terjangkau dan bervariasi”. jelas Pak Samijo. Dengan harga yang terjangkau, Pak Samijo optimis Five Star akan mampu bersaing dengan produsen-produsen sejenis yang sudah lebih awal mengembangkan usahanya.
   Kendala yang menjadi hambatan bagi Pak Samijo adalah kurangnya modal dan tenaga produksi, karena disamping memasarkan produk-produk tersebut seorang diri Pak Samijo harus memberi arahan kepada tenaga pekerja juga belum punya tenaga finishing yang memang punya keahlian dibidang pembuatan tas.
   Di akhir wawancara, Pak Samijo kembali menegaskan meskipun produksinya masih terbatas dan dikerjakan dengan peralatan manual, namun kualitas produk tetap menjadi patokan utama baginya. Menurutnya justru dengan pengerjaan secara manual maka detail produk bisa lebih diperhatikan. (KIM Punden Donan)

Kamis, 23 April 2015

Kerupuk Bawang dari desa Donan

Donan - Purwosari. Berangkat dari niat dan ketekunan juga keinginan untuk hidup lebih layak, sebut saja " Diran " salah satu warga desa Donan kecamatan Purwosari, memulai usaha barunya walaupun masih jauh dibawah standar usaha home industri karena semua alat dan prasarana yang dipergunakan masih sangat sederhana dan manual. 

Warga desa Donan yang kesehariannya bertani ini mencoba membuka usaha dibidang makanan (lauk pauk) berupa kerupuk, kerupuk hasil olahan Diran dengan resep  bahan utamanya tepung terigu dan bumbu-bumbu lain sebagai tambahan penyedap rasa ini di beri nama kerupuk bawang.

Untuk melakukan aktifitasnya itu, Diran rela menghabiskan waktunya mulai dari subuh hingga menjelang fajar, dengan dibantu istri dan dua orang anaknya Diran bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat yang tinggi, tepatnya awal bulan Puasa tahun 2014 kemarin Diran mulai membuka usahanya ini. 

Untuk saat ini memang masih ada kendala yang dialami terutama alat untuk memotong kerupuk belum dia miliki, kendala lain yang juga dirasakan Diran ialah cuaca, mengingat saat ini adalah musim hujan, Diran harus memutar otak bagaimana supaya kerupuk yang dihasilkan ini bisa kering dalam penjemuran sebelum masuk proses penggorengan, wilayah pemasarannyapun Diran masih memasarkan hasil usahanya itu di lingkup wilayah desa Donan, mengingat untuk memproduksi kerupuknya itu masih belum maksimal karena kendala alat. Diran berharap agar usahanya ini ada yang melirik dan memberi dukungan untuk lebih maju lagi ke depannya. dengan usahanya ini semoga bisa menjadi potensi desa dan membuka lapangan kerja. (kimpundendonan)
 
Copyright © 2015 Kim Punden Donan
Design by FBTemplates | BTT